Selamat Datang

Selamat datang di blog ini semoga anda tertarik di blog ini dan jangan lupa tambahkan komentar ya.dan jadi member di grup ini .Selamat menikmati

Laman

Jumat, 20 April 2012

Wasit juga manusia


Wasit Juga Manusia. Istilah Wasit dalam bahasa Inggris Referee berasal dari sepakbola. Awalnya kapten dari setiap tim saling berkonsultasi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi di lapangan. Ada bermacam-macam istilah Wasit. Dalam bahasa Inggris dikenal referee, umpire, judge atau linesman. Dalam fungsinya sebagai penengah dilapangan hijau, seorang wasit sangat dituntut kejelian dan juga ketegasannya dalam memimpin sebuah pertandingan sepakbola.  

Wasit adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah pertandingan olagraga. Wasit memiliki wewenang untuk mengatur jalannya suatu pertandingan, namun sering kali jadi sorotan ketika membuat keputusan kontroversial,seperti menganulir sebuah gol atau mengesahkan sebuah gol kontroversial.

Wasit
Dr.Pierluigi Collina (lahir di Bologna, Italia, 13 Februari 1960; umur 52 tahun) adalah seorang penasehat finansial dan secara umum dianggap sebagai salah satu wasit terbaik dunia dalam seperempat abad (1987-2011) versi IFFHS (International Federation of Football History & Statistics) sebelum mengundurkan diri pada bulan Agustus 2005.

Ia kuliah pada Universitas Bologna, dan lulus dengan mengantongi gelar pada bidang Ekonomi pada tahun 1984. Selama masa remajanya, ia bermain sebagai bek tengah untuk sebuah tim lokal, namun pada tahun 1977 ia menerima tawaran untuk menjadi wasit ketika kelihatannya ia berbakat untuk melakukan pekerjaan ini.

Wasit dengan Gol Kontroversial -nya, sebenarnya hal ini bisa dimaklumi toh.., Wasit Juga Manusia dan bukan manusia super yang bisa melihat setajam teleskop ataupun bisa berada di beberapa tempat sekaligus.Namun tetap saja keputusan-keputasan para pengadil lapangan hijau ini dianggap bisa merubah hasil pertandingan dan menentukan nasib sebuah tim.

Sebagai contoh pada final Piala Dunia 1966,dimana tuan rumah Inggris bertemu rival abadinya Jerman Barat,ketika itu striker andalan Geoff Hurst mencetak gol ketiga bagi Inggris di babak extra time yang sekarang menurut para ilmuwan tidak sah menjadi gol karena bola belum melewati garis gawang. Jika kejadian ini tidak dianggap sebuah gol, maka bukan tidak mungkin Jerman yang menjadi juara,atau Inggris tetap menang dengan permainan diselesaikan dengan adu finalti.

Kemudian lebih dari empat dasawarsa atau 44 tahun berselang Jerman kembali bertemu dengan Inggris,ironis karena hal yang sama kembali terulang, namun kali ini korbannya adalah Inggris di 16 besar Piala Dunia 2010. Ketika skor masih 2-1 untuk tim panser,gelandang Inggris asal Chelsea Frank Lampard berhasil membobol gawang Manuel Neuer melalui tendangan jarak jauh, namun wasit asal Uruguay tidak mensahkan gol tersebut meski dalam tayangan ulang gol tersebut sudah melampaui garis gawang Jerman sebelum memantul keluar.

Teknologi Garis Gawang

Alhasil atas kejadian ini publik  sepakbola dunia menuntut FIFA untuk segera menerapkan Teknologi Garis Gawang, guna menghindari kejadian-kejadian seperti ini terulang kembali. Dengan pertimbangan pengesahan ataupun pembatalan gol-gol kontroversial ini dinilai bisa merubah hasil dari sebuah pertandingan,akan tetapi FIFA untuk saat ini belum memberikan pengesahan untuk menerapkan tehnologi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar